BRMP Pascapanen Kembangkan Curing Terkendali, Percepat Penyiapan Benih Bawang Putih Berkualitas
Ketersediaan benih bawang putih bermutu menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional. Berbeda dengan komoditas benih lainnya, bawang putih memerlukan penanganan pascapanen yang lebih spesifik karena umbi harus melewati fase dormansi sebelum dapat ditanam kembali. Oleh karena itu, proses curing atau pengeringan awal menjadi tahapan krusial untuk menurunkan kadar air, memperkuat lapisan pelindung umbi, menstabilkan kondisi fisiologis, serta menjaga viabilitas dan vigor benih.
Namun demikian, proses curing secara konvensional sering menghadapi berbagai kendala. Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan umbi, tingginya susut bobot, munculnya tunas prematur, hingga menurunnya kemampuan tumbuh benih. Kondisi tersebut berpotensi menghambat penyediaan benih berkualitas yang dibutuhkan petani untuk meningkatkan produktivitas bawang putih.
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) bersama BRMP Tanaman Sayuran Lembang terus mengembangkan teknologi penanganan pascapanen bawang putih melalui penyempurnaan sistem curing menggunakan instore dryer (ID).
Teknologi ini merupakan pengembangan dari inovasi yang telah dihasilkan pada tahun 2019 dengan memanfaatkan ruang pengering untuk mengondisikan bawang putih brangkasan secara lebih terkendali.
Kepala BRMP Pascapanen, Suharyanto mengatakan “Hasil pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan instore dryer mampu mempercepat proses curing secara signifikan. Jika metode konvensional membutuhkan waktu sekitar 30 hari, teknologi ini mampu menyelesaikan proses curing hanya dalam waktu 7 hari atau lebih cepat sekitar 80 persen. Percepatan tersebut dicapai melalui pengaturan suhu dan kelembapan yang terkontrol sehingga proses pengeringan berlangsung lebih efisien”.
Meski berlangsung lebih cepat, teknologi curing berbasis instore dryer tetap berorientasi pada menjaga mutu fisiologis benih. Proses dilakukan tanpa paparan sinar matahari langsung dan tanpa penggunaan suhu tinggi yang berisiko merusak jaringan umbi. Selain itu, pengendalian suhu dan kelembapan secara otomatis juga diharapkan mampu mempertahankan kualitas benih selama masa penyimpanan dormansi, mencegah kehilangan daya tumbuh, serta mengurangi risiko kerusakan. Melalui inovasi ini, BRMP Pascapanen terus mendukung penyediaan benih bawang putih berkualitas secara berkelanjutan sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan kemandirian bawang putih nasional.
#InstoreDryingBawangPutih #KitaMulaiCaraBaru